SERI TELAAH KRISTEN (VII): SEJARAH YAHUDI & INJIL PERJANJIAN LAMA

Daftar Merek Dagang dan/Perusahaan Global Penyumbang kepada Bani Israil (Israel-Yahudi) dalam ikatan Kapitalisme-Pasar Bebas dan Corporatocracy di jaman Modern (Abad XVII-XX) dan Pos-Modern (Abad XX-XXI) ini:

+ A & W
+ AOL
+ AT & T
+ Andrex, Kotex
+ Arbusto Oil
+ Ariel
+ Biotherm
+ British Telecom
+ Boeing
+ Boss
+ Cable & Wireless
+ Coca-Cola (Sprite, Fanta, dll.)
+ Carlyle Group
+ Carrefour
+ Citibank
+ Danone
+ Daimler
+ De Beers
+ Delco
+ Disney
+ Donna Karan
+ Estee Lauder
+ GAP
+ Garnier
+ General Motors
+ Halliburton
+ Huggies
+ Jo Malone
+ Johnson & Johnson’s (dihargai Israel sebagai yang tertinggi)
+ Kentucky Fried Chicken (KFC)
+ Kimberley-Clarke
+ Kit Kat
+ Kleenex
+ L’ Oreal
+ Lamer
+ Lancome
+ Levi’s
+ Libby’s
+ Mac Donald’s (Mac D)
+ Marks & Spencer
+ Marlboro, Benson’s (Philip Morris termasuk Sampoerna yang sekarang milik Philip Morris)
+ Maxwell House Coffee
+ Maybeline
+ Merit, L & M
+ Motorola
+ Nescafe
+ Nestle
+ Nokia
+ Origin Clinique
+ Pampers
+ Perrier
+ Pryca
+ Ralph Laurent
+ River Island
+ Revlon
+ Sanex
+ Sara Lee
+ Selfridges & Co
+ Starbucks
+ Siemens
+ Tchibo
+ Vittel
+ Volkswagen
+ Wrangler
+ Dll. (Chevron? MobilOil?, etc?)

Seorang Ekonom AS bernama Paul Krugman, sebenarnya telah sejak lama menengarai adanya Slow-motion Crisis (krisis gerak lambat) menuju Great Depression (atau “depresi multidimensi dunia” karena semuanya memang berhubungan), dan bobroknya Kapitalisme-Pasar Bebas karena adanya “Bubbles Economy”.

Bubbles Economy ini, adalah fenomena gelembung-gelembung (bubbles) ekonomi, seperti hasil tiupan gelembung air sabun yang membesar cepat namun sebenarnya tak kuat bertahan lama. Dan menurutnya, disebabkan prinsip dasar para investor Kapitalisme hasil pemikiran Yahudi:

• Think short-term (berpikir spekulatif pendek)
• Be greedy (tamak)
• Believe in the greater fool (percaya orang lebih bodoh)
• Run with the herd (mengikuti gerakan kelompok)
• Over-generalize (menggampangkan masalah), dan
• Play with other people’s money (menggunakan uang orang lain).

Menilik sekilas saja prinsip-prinsip ini, adalah hal-hal yang juga sebenarnya patut dihindari umat beragama, sekaligus tidak bernilai Islami tentu saja. Saat Asia disebut ”berkeajaiban Ekonomi” di ‘90-an, iapun meragukannya, karena itu hasil dari Bubbles Economy. Namun, karena melawan pendapat Ekonom umum, ia juga lama dianggap sebagai ”Ekonom Pesimistis” dan dikucilkan mayoritas kaum Ekonom dan Sekuler dunia.

Namun, di kemudian hari, ia terbukti benar, dan mendapatkan Hadiah Nobel 2008, saat di tahun 2007-2008, Amerikas Serikat hampir bangkrut total dalam Great Depression itu, dan mau tak mau mebuktikan kebenaran teorinya! Juga saat Asian Crisis (Krisis Asia) atau Krisis Moneter Asia melanda Asia di sekitar tahun 1997-2001! Efek Dominonya, memang ke mana-mana, termasuk menumbangkan Rezim Orde Baru.

Ingatlah, bahwa bahkan nilai tukar Dollar AS BUKAN didasarkan kepada nilai (cadangan) emas (dan perak) sesungguhnya! Amerika Serikat dulu mengikuti kesepakatan dunia ini, namun saat hampir bangkrut karena Perang Vietnam dan diembargo minyak negara Arab-muslim dalam perang Arab-Israel, mereka keluar dari kesepakatan dunia itu!

Dan herannya, tak banyak yang dapat diperbuat negara lain.

Ekonomi dunia Sekuler dengan berbagai asumsi ekonomi a la Ekonomi Modern semacam Time Value of Mony, Inflasi, Deflasi, Suku Bunga (Riba), dan sebagainya, ini benar-benar adalah sebuah kerapuhan struktur a la gelembung busa (bubbles)! Setidaknya karena berdasarkan asumsi-asumsi yang tak berdasar kuat hasil berbagai teori Ekonomi Sekuler pemikiran ahli-ahli ‘pemikir’ Yahudi!

BANDINGKANLAH dengan standar syari’ah uang Dirham dan Dinar yang memakai standar perbandingan nilai tukar emas dan perak sesungguhnya!

Sejak jaman Rosululloh sholollohu ‘alaihi wasallam SAMPAI sekarang, HARGA seekor kambing adalah 1 Dinar (sama dengan sekitar Rp 800.000,-) dan HARGA seekor ayam adalah 1 Dirham (sama dengan sekitar Rp 27.000,-)!

Aman dan tetap, realistis dan tidak menipu!

Bahkan sekarang ekonom dunia dan negara Sekuler sedang mengkaji sistem Syari’ah! Singapura sudah mencanangkan diri menjadi hub (penghubung) perbankan syari’ah di Asia Tenggara, bahkan!

Namun celakanya, kepemilikan/pemanfaatan tambang emas dan perak dunia, misalnya Freeport di Indonesia, sudah secara dominan dimilki kaum Sekuler-Yahudi ini!

Dan menarik untuk merenungkan bahwa Wakil Presiden Nusantara RI 2009 dikenal luas (entah benar atau tidak) sebagai Profesor pendukung dan kawan Ekonomi Neo-lib, bahkan juga Mafia Berkeley dan kroninya, termasuk mereka yang mungkin telah duduk di Kabinet atau seputarnya. Entahlah, apakah ini benar atau tidak, namun kiranya siapapun patur waspada, terutama mengingat hasil pembangunan a la Corporatocracy di Indonesia selama ini.

Serta bahwa Indonesia, buta dengan ‘berbahagia’ sudah, merayakan Demokrasi yang mungkin tidak demokratis? Apalagi karena Demokrasi yang meletakkan kebenaran kepada pendapat mayoritas/suara manusia terbanyak di satu kaum itu, bukan prinsip Islam, karena prinsip Islam membenarkan apapun yang benar dari Allah?

Maka pula, justifikasi Pluralisme yang sebenarnya berakarkan keragaman yang wajar, kemudian diekstremkan menjadi paham bahwa semua agama itu benar, yang sebenarnya kembali kepada pemahaman sekitar 3000-4000 tahun lalu saat Yunani Kuno bingung dengan Relativisme Sofisnya dan beranggapan bahwa kebenaran itu relatif dan semua versi kebenaran itu adalah benar, alias sudah sangat ketinggalan jaman, karena kebenaran sesungguhnya ada, yaitu dari Tuhan Alam Semesta, Allah, dan bukan kebenaran versi manusia manapun.

Juga ada Liberalisme, paham kebebasan termasuk pemikiran bebas (dan kehidupan bebas) yang sebenarnya adalah kepanjangan Rasionalisme-Materialisme, dan melahirkan atau sejalan pula dengan budaya ’Popular-gaul’, yang sebenarnya adalah kepanjangan tangan dari paham ketakbertanggungjawaban bahkan Hedonistik (ingin bersenang-senang saja). Ini adalah juga buntut dari budaya-pemikiran Yahudi.

Dan tentu saja, ada Sekulerisme, yang menafikan agama, hasil pemikiran inteletualis Barat – yang sebagian adalah Yahudi – yang muak akan agamanya selama kebodohan Abad Pertengahan, namun terlanjur diaplikasikan kepada agama manapun di dunia! Termasuk dengan sedapat meungkin menjauhkan muslim dari apapun yang adalah standar agamanya!

Ketiganya, kita perlu waspadai sebagai bahaya “SEPILIS” atau SEkulerisme-PluralIsme-LIberaliSme, yang lagi-lagi adalah hasil pemikiran sesat manusia, yang sebagian besar adalah hasil perkembangan budaya sesat Yahudi internasional selama berabad-abad!

Iblis dan Setan memang akan menyesatkan kita dari arah manapun: muka, belakang, kanan, kiri (QS al A’raf ayat 17/ QS 7:17), akan terpengaruh manusia, kecuali yang ikhlas (mukhlisiin) darinya (QS al Hijr 39-40/QS 15:39-40).

Next – Prev


About this entry